Apr 12

Peringatan Isra’ Mi’raj

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh..

Kaum Muslimin dan Muslimat, Bapak, Ibu, Saudara, Saudari sekalian yang insya Allah dirahmati Allah, tidak terasa kita sudah berada di penghujung Rajab 1439 H. Semoga Allah senantiasa memberikan keberkahannya kepada kita semua di bulan nan mulia ini. Bulan Rajab adalah salah satu bulan yang istimewa dalam islam. Di bulan Rajab, terjadi peristiwa Rasulullah SAW Isra’ dan Mi’raj.

Jika kita hendak mengambil hikmah dari memperingati Isra’ dan Mi’raj-nya Nabi Muhammad SAW, maka hikmah tersebut adalah memperkuat keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Dengan qudrah-Nya Allah SWT memberangkatkan Nabi Muhammad SAW dari Makkah Al-Mukarramah ke Baitul Maqdis Palestina dan dilanjutkan dengan perjalanan ke Sidratul Muntaha hanya pada satu malam. Kejadian Isra’ dan Mi’raj sudah tentu di luar nalar kita, terlebih orang-orang pada masa Nabi Muhammad SAW. Bagaimana mungkin pada masa itu bisa melakukan perjalanan pulang dan pergi dari Makkah ke Palestina hanya dengan satu malam? Untuk kita yang hidup di masa sekarang hal itu tampak mudah, dan bisa dilakukan. Lalu bagaimana dengan perjalanan ke Sidratul Muntaha? Hal ini sudah tak bisa lagi digapai nalar kita. Oleh karenanya, peristiwa Isra’ Mi’raj adalah suatu peristiwa yang semestinya menjadi sebab penambah keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Yang Maha Perkasa terhadap segala sesuatu.

Peristiwa Isra’ dan Mi’raj juga menjadi penting bagi kita untuk memberikan peringatan yang sangat penting. Pada peristiwa Isra’ Mi’raj inilah Nabi Muhammad SAW mendapatkan kewajiban pelaksanaan shalat 5 waktu. Sebelumnya Nabi Muhammad SAW juga diberi izin untuk melihat Syurga dengan berbagai kenikmatannya dan juga Neraka dengan berbagai macam siksaannya. Peringatan yang sangat penting adalah mengenai shalat.

Peristiwa Isra’ dan Mi’raj yang sedemikian fenomenal, hanyalah satu peristiwa ditentukannya waktu shalat wajib. Peristiwa yang akhirnya Nabi Muhammad SAW semakin diolok-olok kaumnya, dan ditinggalkan beberapa ummatnya ini, hanya sebuah peristiwa agar ummat islam melaksanakan dan menegakkan tiang agama, yakni shalat. Ingatlah, bahwa shalat itu rukun islam yang kedua. Ketahuilah, bahwa shalat itu tiangnya agama. Setelah kita membuat pondasi keimanan berupa syahadat, maka bangunlah tiangnya dengan shalat. Kokohkan tiangnya dengan shalat.

Akhirnya, sebagai hikmah dari memperingati Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW, marilah kita mengkokohkan keimanan kita kepada Allah, dan senantiasa menegakkan shalat. Sampaikan kepada anak, istri, kerabat, tetangga, mengenai pentingnya shalat. Mari didik generasi muslim yang kuat imannya dan senantiasa menjaga shalatnya.

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh..

Leave a Reply

Your email address will not be published.