«

»

Oct 07

Amalan Sunnah Rasulullah SAW

 

Nabi Muhammad adalah manusia terpilih yang diutus sebagai Rasulullah. Beliau bahkan adalah manusia yang memiliki derajat tertinggi. Allah sering menyebut Nabi Muhammad sebagai kekasih-Ku. Nabi Muhammad diutus untuk memberi peringatan dan mengajak manusia untuk hanya menyembah dan beribadah kepada Allah swt. Rasulullah pun menjadi sumber agar manusia dapat beribadah dengan benar. Oleh karena itu, agar manusia dapat mendekatkan diri kepada Allah, ia harus mencontoh Nabi Muhammad saw., karena beliau adalah suri tauladan. Allah berfirman mengenai anjuran untuk mengikuti ajaran yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw: 

“Katakanlah : ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allh, ikutilah aku niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran ; 31)

”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat” (QS Al-Ahzab ; 21)

Sementara itu, Rasulullah saw bersabda :

“Aku tinggalkan padamu dua perkara yang kalian tidak akan ter-sesat apabila (berpegang teguh) kepada keduanya, yaitu Kita-bullah dan Sunnahku. Tidak akan bercerai-berai sehingga kedua-nya menghantarku ke telaga (Surga).” (Di-shahih-kan Al-Albani dalam kitab Shahihul Jami’)

 

Dzun Nun al-Mishri berkata : ” salah satu tanda kecintaan seseorang kepada Allah adalah Mutaba’ah (mengikuti) kekasih-Nya dalam akhlak, perbuatan, perintah dan sunnah-sunnahnya.”
Al-Hasan al-Bashri berkata : “Tanda-tanda kecintaan mereka kepada Allah adalah dengan mengikuti sunnah Rasul-Nya.”

Pada dasarnya, sikap yang diajarkan oleh Rasulullah adalah adab-adab yang bernilai tinggi. Hal tersebut dibenarkan oleh Nabi sebagaimana disabdakan pada sebuah riwayat, bahwasanya beliau diutus untuk memperbaiki akhlak. Beliau sendiri mencontohkan secara langsung akhlak yang luhur sehingga para sahabat dapat menirunya dan berlangsung secara turun temurun. Berikut adalah sebagian sunnah-sunnah yang paling sering dalam kegiatan sehari-hari :

SUNNAH-SUNNAH KETIKA AKAN TIDUR

Berintrospeksi diri (muhasabah) sesaat sebelum tidur. Sangat dianjurkan sekali bagi setiap muslim bermuha-sabah (berintrospeksi diri) sesaat sebelum tidur, mengevaluasi segala perbuatan yang telah ia lakukan di siang hari. Lalu jika ia dapatkan perbuatannya baik maka hendaknya memuji kepada Allah Subhanahu WaTa’ala dan jika sebaliknya maka hendaknya segera memohon ampunan-Nya, kembali dan bertobat kepada-Nya.

Disunnatkan berwudhu’ sebelum tidur, dan berbaring miring sebelah kanan. Al-Bara’ bin `Azib Radhiallaahu ‘anhu menuturkan : RasulullahShalallahu’alaihi Wassallam bersabda: “Apabila kamu akan tidur, maka berwudlu’lah sebagaimana wudlu’ untuk shalat, kemudian berbaringlah dengan miring ke sebelah kanan…” Dan tidak mengapa berbalik kesebelah kiri nantinya.

Disunnatkan pula mengibaskan sperei tiga kali sebelum berbaring, berdasarkan hadits Abu Hurairah Radhiallaahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam bersabda: “Apabila seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya, maka hendaklah mengirapkan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu, karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya…” Di dalam satu riwayat dikatakan: “tiga kali”. (Muttafaq `alaih).

Membaca ayat Kursi, dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah, Surah Al-Ikhlas dan Al-Mu`awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas), karena banyak hadits-hadits shahih yang menganjurkan hal tersebut.

SUNNAH-SUNNAH KETIKA BERPAKAIAN DAN KELUAR RUMAH

Apabila kita keluar dari rumah maka disunnahkan untuk membaca:

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

“Dengan nama Allah, aku hanya bertawakkal kepada Allah. Dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.” (HR. Abu Dawud 4/325 dan At-Tirmidziy 5/490, lihat Shahih At-Tirmidziy 3/151)

Dalam berpakaian Rasulullah menganjurkan untuk memulainya dari yang kanan. Begitu juga ketika memakai sandal/sepatu dan ketika masuk ke tempat yang suci seperti masjid, musholla atau rumah. Ketika melepas pakaian, sandal/sepatu Rasulullah mengajarkan untuk mendahuluinya dari sisi yang kiri. Ketika hendak masuk toilet, Nabi mengajarkan untuk mendahuluinya dengan kaki kiri dan keluar dengan kaki kanan.

SUNNAH-SUNNAH BILA BERTEMU SESAMA MUSLIM

  1. ucapkan salam : Rasulullah Saw ditanya : Islam yang seperti apa yang lebih utama ? Beliau menjawab : memberi makan dan mengucapkan salam pada orang yang kamu kenal dan orang yang tidak kamu kenal. (HR.Bukhari dan Muslim).
  2. Senyum : Rasulullah Saw bersabda : “Jangan pernah menghina kebaikan sedikitpun walaupun sekedar tersenyum pada seseorang” HR.Muslim.
  3. Bersalaman : Rasulullah Saw bersabda : “Kedua orang muslim yang bertemu kemudian bersalaman maka diampuni dosanya sebelum keduanya berpisah” HR Abu Daud, At Tirmidzi dan Ibnu Majah.
  4. Menyapa dengan ucapan yang baik : Allah Swt berfirman : “dan katakanlah (hai Muhammad) pada hamba-Ku hendaknya mereka berkata dengan yang lebih baik ….(Al Isra’ 53).

SUNNAH-SUNNAH KETIKA MAKAN

Berdoa, sebelum dan sesudah makan

Makan dengan tangan kanan

Makan makanan yang terdekat

Rasulullah Saw melarang orang meniup-niup makanan atau minuman. (HR. Abu Dawud)

Tidak boleh mencela makanan

Makan ketika lapar, dan berhenti makan sebelum kenyang

Mengontrol makanan yang dimakan

SUNNAH-SUNNAH KETIKA MINUM

Memulai minum dengan membaca basmallah.

Minum dengan tangan kanan.

Tidak bernafas dan meniup air minum.

Bernafas tiga kali ketika minum.

Minum dengan posisi duduk

Larangan minum langsung dari mulut teko/ceret.

Puas dengan minuman yang ada dan tidak mencelanya.

SUNNAH-SUNNAH DALAM BERPERGIAN

Istikharah. Sangat dianjurkan bagi setiap muslim yang akan bepergian, terutama untuk haji atau umrah.

Memilih Waktu. Waktu yang baik untuk bepergian: hari Sabtu, Selasa, atau Kamis. Hari yang tidak baik untuk bepergian: Hari Senin,Rabu, dan hari Jum’at sebelum shalat Jum’at.

Dianjurkan untuk setiap orang yang akan bepergian, terutama untuk haji, agar menyampaikan wasiat kepada keluarganya. Wasiat itu bisa berkenaan dengan urusan yang harus dilakukan, kewajiban, atau utang piutang. Ia juga dapat menyampaikan amanat yang harus dilakukan oleh anggota keluarganya.

Pemberitahuan. Nabi saw bersabda: “Apabila seorang muslim akan bepergian, ia harus memberitahukan saudara-saudaranya. Begitu pula wajib bagi saudara-saudaranya menemui ketika ia kembali.”

Bersedekah. Hendaknya bersedekah sebelum bepergian untuk memperoleh keselamatan dan bersedekah lagi ketika kembali sebagai ungkapan syukur.

Keenam: Mandi sunnah dan lakukan shalat Safar dua rakaat. Rakaat pertama, setelah Al-Fatihah baca Surat Al-Ikhlash. Rakaat kedua setelah Al- Fatihah baca Surat Al-Qadar.

Ketika mengendarai kendaraan, bacalah doa berikut ini:

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَاكُنَّالَهُ مُقْرِنِيْنَ

Subhânalladzî sakhkhara lanâ hâdzâ wamâ kunnâ lahu muqrinîn.

Mahasuci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. (Az-Zukhruf: 13).

Sepanjang perjalanan perbanyaklah Zikir

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>