«

»

Oct 03

Muharram 1439 Hijriyah di BAYT

Minggu 01 Oktober 2017, RAYDHA Aulia mengadakan puncak acara kegiatan peringatan Muharram 1439 H. Acara ini diadakan di BAYT, Balai Aktivitas Yatim-dhu’afa Terpadu yang juga merupakan sekretariat RAYDHA Aulia.

Susunan acara dimulai dengan pembacaan Al-Ma’tsurot bersama-sama, kemudian dilanjut dengan informasi program RAYDHA, kemudian taushiyah dari Abi Zainudin Idris. 

Kegiatan semakin berjalan seru dengan adanya perlombaan, yaitu lomba sari tilawah dan lomba hafalan tingkat sekolah dasar, serta kuis-kuis. Anak asuh RAYDHA Aulia tampak antusias mengikuti kegiatan yang diadakan

Kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah bagi pemenang lomba, pemberian santunan, dan doa bersama.

 

Muharram adalah bulan istimewa bagi umat Islam. Diantara sebab istimewanya adalah bulan ini terhitung sebagai bulan yang berada di nomor urut pertama dalam perhitungan kalender umat Islam, atau biasa kita kenal sebagai tahun hijriyah. Pada peringatan Muharram ini, sudah menginjak usia 1439. Lebih dan kurangnya 1439 tahun yang lalu, terjadilah momentum hijrah yang dilakukan oleh umat Islam dari kota Mekkah menuju kota Yatsrib (di kemudian hari disebut dengan nama Madinah). Momentum hijrah inilah yang menjadi patokan penetapan tahun dalam Islam. Penetapan tahun dalam Islam sendiri baru terjadi pada masa khulafaur rasyidin.

Hal yang teramat penting untuk kita perhatikan adalah, penggunaan momentum hijrah sebagai landasan penetapan tahun. Tentu kemudian lahirlah sebuah pertanyaan, “Kenapa penetapan tahun dimulai dari momentum hijrah? Mengapa bukan diawali dari awal masa kenabian, atau bahkan kelahiran Nabi sendiri?”

Hijrah sendiri, secara bahasa berarti pindah. Jika dikaitkan dengan sejarah umat islam, maka hijrah berarti pindahnya umat Islam menuju kota Madinah. Banyak para ulama yang menjelaskan makna hijrah bagi umat Islam. Diantaranya adalah pengertian yang sangat terkenal ini yaitu, “hijrah berarti seseorang pindah dari tempat yang tidak baik menuju tempat yang lebih baik, atau seseorang pindah dari kebiasaan yang tidak baik menjadi kebiasaan yang lebih baik, dan seterusnya”.

Hijrah adalah hal yang sangat penting maknanya bagi umat Islam. Karena dalam pelaksanaannya hijrah mengusung dua unsur, yakni jasmani dan rohani. Hijrah dapat dilakukan secara jasmaniyah saja, ataupun rohaniyahnya saja, dan kedua-duanya secara bersamaan. Hijrah secara jasmaniyah, berarti perpindahan diri seseorang dari suatu tempat menuju tempat yang lain. Perpindahannya bisa dikarenakan beberapa sebab, dalam hal ini, umat islam dianjurkan untuk pindah dari tempat yang tidak baik menuju tempat yang lebih baik. Hijrah secara rohaniyah, berarti perpindahan keyakinan dan/ atau pola berpikir. Seseorang berpindah keyakinan dari keyakinan A kepada keyakinan B. Seseorang berpindah pola berpikir dari pola berpikir model A kepada pola berpikir model B.

Dari penjabaran singkat di atas, kita dapat merangkai kesimpulan mengapa hijrah itu penting bagi umat Islam. Hijrah dicatat sebagai suatu momentum perpindahan/perubahan yang dilakukan oleh seseorang. Momentum hijrah ini sarat sekali akan makna, momentum ini akan jadi bekal dan pelajaran yang berharga bagi berbagai generasi manusia. Oleh karenanya mari berhijrah. Mari berpindah menuju sesuatu yang lebih baik.

 

Demikianlah rangkaian acara peringatan Muharram 1439 H yang diadakan oleh RAYDHA Aulia. Kepada seluruh donatur yang telah menginfakkan hartanya dan menitipkannya kepada kami, kami sampaikan banyak terima kasih. Semoga Allah lipat gandakan pahalanya, serta Allah berkahi dan disucikan hartanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>